Hidup Sehat, Hindari 6 Makanan dan Minuman ini..!!!
1. Makanan dengan Gula Tambahan
Membatasi konsumsi gula tambahan dapat membantu menjaga kadar glukosa darah tetap dalam kisaran yang ditargetkan. Contoh makanan dengan gula tambahan termasuk kue panggang seperti cake, kukis, dan pie.
Asosiasi Jantung Amerika (American Heart Association) merekomendasikan untuk membatasi konsumsi gula tambahan sebanyak:
25 gram (setara 6 sendok teh) per hari untuk wanita
36 gram (setara 9 sendok teh) per hari untuk pria
2. Minuman dengan Gula Tambahan
Minuman manis umumnya mengandung sedikit nutrisi tetapi memiliki kadar gula tambahan yang tinggi. Contohnya termasuk soda, kopi dengan rasa (flavored coffee), serta beberapa jenis minuman campuran (mixed drinks).
Membatasi konsumsi minuman ini dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah, lemak darah, serta mengurangi risiko terkena penyakit hati berlemak.
3. Makanan Mengandung Lemak Jenuh
Mengonsumsi lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol dan risiko penyakit jantung. American Diabetes Association merekomendasikan agar tidak lebih dari 10 persen dari total kalori harian berasal dari lemak jenuh.
Beberapa contoh makanan yang mengandung lemak jenuh antara lain, daging dan produk susu berlemak tinggi, hingga kulit ayam.
4. Minuman Alkohol
Jika memiliki diabetes, sebaiknya membatasi atau menghindari konsumsi alkohol, karena alkohol dapat memengaruhi kemampuan hati untuk melepaskan glukosa. Alkohol juga dapat mengganggu kerja beberapa obat diabetes, seperti metformin.
5. Makanan ultra-proses
Kategori ini mencakup makanan yang tinggi gula tambahan, biji-bijian olahan, lemak tidak sehat, pengawet, dan garam.
Makanan ultra-proses juga mengandung bahan-bahan yang biasanya tidak ditambahkan sendiri ke makanan, seperti sirup jagung fruktosa tinggi (high fructose corn syrup). Mengonsumsi jenis makanan ini secara signifikan meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.
6. Makanan yang Digoreng
Makanan yang digoreng, seperti kentang goreng dan ayam goreng, bukanlah pilihan yang sehat. Selama proses penggorengan, makanan ini menyerap banyak lemak, yang berdampak buruk terhadap kadar kolesterol, kesehatan jantung, dan berat badan, terutama bagi yang sedang mengelola diabetes.